LIHAT SAJA NANTI

Aku tertawa dengan sedikit menyeringai pada saat aku melihat satu dari peserta rapat natal di gereja keluar dengan wajah memerah tegang. Dari atas balkon gereja aku melihat langkah yang terburu-buru meninggalkan ruangan itu, sementara belasan wajah menatap kepergian orang itu dengan terdiam tanpa tahu harus berkata atau berbuat apa lagi.
“ Ha ... ha... ha..., lihat Tuhan aku telah berhasil membuat anak-anakMu itu saling bermusuhan, aku yakin tidak sampai dua bulan gereja ini akan kosong ... karena orang-orang yang ada di dalamnya telah terasuki amarah, iri hati, kebencian dan curiga satu dengan yang lainnya... dan tidak ada seorangpun yang dapat menghalangi aku untuk memperkeruh keadaan tersebut ... lihat saja nanti Tuhan ... !!!”
Aku kemudian turun dari atas balkon dan mendatangi salah seorang peserta rapat yang terlihat agak terkantuk-kantuk dalam rapat, Wati, orang yang sangat aku kenali sebagai orang yang senang sekali membuat berita-berita gosip. Aku duduk di sebelahnya dan mulai berbisik ke dalam hatinya, “ Eh kamu tahu nggak kalo si Deni pergi dari ruangan ini bukan karena usulnya tidak diterima lho ... tapi karena dia itu bermusuhan dengan Rio, dan itu semua karena Rio merebut pacara Deni. Dan lihat itu, Pak Karto yang mimpin rapat ... sok banget sih dia, itu juga yang bikin Deni muak ... aku saja muak dengan aturan-aturan itu, dasar orang tua nggak ngerti selera anak muda ... Ayo tunggu apa lagi ini kan berita hangat ... “
Wati terdiam untuk beberapa saat, ada sesuatu yang bergejolak di dalam hatinya, aku bisa merasakan itu. Sesaat aku perhatikan dirinya, dan ... ha... ha... ha... aku menang lagi. Kulihat dia menyikut teman yang duduk di sebelahnya dan gosip itupun mulai tersebar.
Aku tertawa dengan penuh kegirangan. Aku menang ... aku menang lagi. Kalo saja semua orang yang mengaku kristen berperilaku dan bertingkah seperti itu, aku yakin aku tidak akan butuh waktu yang lama untuk merusak iman mereka, dan aku yakin, kerajaan Allah tidak akan pernah terwujud, Bapa di Sorga akan disebut pembohong dan akulah sang pemenang.
Tapi tiba-tiba, saat aku tertawa kegirangan, datang seberkas sinar yang terang menyilaukan mataku. Sinar ini ... aku pernah merasakan sebelumnya ... tapi aku sudah lama sekali tidak merasakannya lagi. Ya ... aku yakin sekali kalau sinar itu adalah sinar kebenaran, sinar kekudusan dan sinar kasih yang tulus. Hanya orang-orang yang hidup benar di hadapan Allah yang memiliki sinar ini, tidak yang lainnya. Tapi bagaimana mungkin ada orang – orang yang seperti itu di gereja ini, aku tahu persis kalau gereja ini di huni oleh orang-orang munafik yang bermuka dua. Seringkali apa yang mereka katakan tidak sesuai dengan apa yang mereka lakukan atau pikirkan. Tidak mungkin ... tidak mungkin ada orang-orang seperti itu di gereja ini.
Kucoba untuk melihat wajah orang itu, tapi aku merasa kesulitan untuk melihatnya karena terang yang terpancar dari sinar itu. Tapi ... sebentar rasanya aku pernah melihat sosok itu ... ya aku yakin sekali pernah melihatnya. Ya ... aku tahu sekarang, orang itu adalah Bagas. Tapi ... lho, bukankah Bagas adalah orang yang paling brengsek yang pernah ada di gereja ini, tapi bagaimana mungkin dia bisa memancarkan terang kasih Allah yang sebegitu menyilaukan aku ... ? Tunggu dulu ... jangan-jangan dia sudah mengalami lahir baru ... tapi siapa yang telah menginjili dirinya. Setahuku dia hanya datang sesekali ke persekutuan pemuda, itupun karena ada Lina yang sedang di incernya ... jangan-jangan ... ini ulah Pdt. Daniel. Sial ... lagi-lagi dia bikin ulah ... rasanya permusuhanku dengan dirinya tidak akan pernah berkesudahan.
Ketika aku sedang larut dalam pemikiranku, aku mendengar suara yang lembut berkata : “ Saudara-saudara yang terkasih, sudah saatnya kita untuk mulai menggumulkan kondisi gereja kita dengan sungguh-sungguh, saya pribadi dan saya yakin saudara-saudara juga ikut merasakan keadaan yang kian memburuk di gereja kita ini. Sudah terlalu banyak permusuhan, iri hati, dendam bahkan berita-berita yang merusak identitas kita sebagai orang percaya. Oleh karena itu saya mengajak saudara-saudara untuk bersama-sama dengan saya memulihkan kondisi gereja kita dengan pertolongan Allah yang kita sembah dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus. Apalagi Natal, yang kita rayakan tahun ini membawa pesan kedamaian di dunia, bagaimana mungkin kita mengharapkan kedamaian di atas dunia tapi kita tidak membawa kedamaian di dalam gereja dimana kita berada. Jadi marilah kita bersama membangun kasih dan kedamaian di dalam gereja kita ini. “ Kata-kata itu begitu menyentuh perasaan orang-orang yang hadir di dalam rapat, tapi tidak diriku ... aku muak dengan perkataan tersebut.
“ Huh ... awas kau Pendeta Daniel, aku akan membuat gerejamu ini semakin kisruh ...”, aku berkata dengan penuh geram. Tapi aku hanya bisa berkata tanpa bisa berbuat apa-apa, aku merasa kesulitan menghadapi orang-orang yang takut akan Tuhan seperti dirinya. Aku hampir tidak bisa menemukan kesalahan kecil yang bisa aku pakai untuk menghancurkan dirinya.
“ Kurang ajar ... satu pendeta Daniel saja sudah jadi masalah bagiku, sekarang malah di tambah satu lagi, si Bagas ... nampaknya aku harus bekerja ekstra keras untuk menghancurkan gereja ini...”
“ Saudara-saudara yang terkasih, jika saudara berkenan, kami mengundang saudara untuk hadir di dalam persekutuan doa yang akan di adakan setiap rabu malam di gereja ini, kita akan bersama-sama berdoa dan bergumul untuk gereja kita ... “
Sekali lagi suara dari pribadi yang sangat aku benci itu terdengar di telingaku.
“ Doa ...??? Hal yang paling aku benci, aku gentar dengan orang-orang yang berdoa, mereka selalu membuat aku merinding. Tapi... huh !! siapa peduli, aku bisa membuat orang-orang ini untuk tidak berdoa ... lihat saja nanti !!!”
Semua orang terdiam, aku bisa merasakan suasana hati yang sedang bergumul terhadap setiap perkataan yang diucapkan oleh pendeta Daniel. Aku berteriak dalam hati ... aku muak dengan semua ini, aku benci ... segera aku berlari keluar dan berteriak sekeras-kerasnya kepada Allah dengan menudingkan tanganku ke langit.
“ Tuhan aku muak dengan semua itu ... lihat saja nanti, aku akan menghancurkan gerejaMu, permusuhan kita belum usai ... aku akan membatalkan setiap rencanaMu dan aku akan membuat setiap anak-anakMu menghujat Engkau ... lihat saja nanti ... !!!”.
Tiba-tiba seberkas sinar putih turun dari langit ke arahku dan “PLAKK ... !!!” sebuah tamparan keras mendarat di pipiku, aku terjungkal dan terdiam. “ Lihat saja nanti ...!!!”, gumamku pelan. (Skd)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SEBUAH KEPUTUSAN

YANG TERKASIH

MAAFKAN AKU MA ... !!!