DIALOGKU DENGAN TUHAN

Selamat pagi Tuhan
Selamat pagi anakku, bagaimana keadaanmu pagi ini ?

Saya senang sekali pagi ini masih bisa bertemu dengan Tuhan. Boleh saya mulai membacakan daftar pergumulan yang ingin saya diskusikan dengan Tuhan pagi ini ?
Boleh, silakan ... Aku sangat senang apabila engkau bersedia untuk memulai hari-harimu untuk bercakap-cakap denganKu.

Yang pertama berkenaan dengan ibadah pribadi saya, beberapa hari ini saya merasa kesulitan menikmati waktu-waktu teduh dan waktu-waktu doaku, bisakah Tuhan memberikan kepada saya semangat yang besar untuk bertumbuh dalam Tuhan dan memperjuangkan ibadah pribadi ini ?
Tidak bisa, kerinduan bertumbuh itu adalah suatu tindakan ketaatan yang harus kau perjuangkan, bukan diberikan. Berjuanglah sendiri, Roh Kudus yang akan memberikan dukungan kekuatan kepadamu.

Saya sudah berjuang Tuhan, tapi mengapa saya masih belum bisa menikmatinya ?
Adakah dosa yang belum kamu akui dan tinggalkan ? Dosa yang tidak terselesaikan membuatmu semakin jauh dariKu, apalagi bila tipuan setan sudah mulai merasuki dirimu. Berbaliklah kepadaKu sepenuhnya, maka Aku akan menerima kamu sepenuhnya juga.

Memang ada dosa yang belum saya akui, maukah Tuhan mengampuni saya apabila saya mengakuinya ?
Ya, tentu saja ... bila engkau bersedia untuk bertobat dan meninggalkan dosa itu untuk selamanya. Nah sekarang maukah engkau mengakui dosa itu dihadapanKu dan meninggalkannya ?

Ya, saya mau mengakui bahwa beberapa hari ini saya terikat dengan dosa seksual ; saya telah menonton film porno dan pikiran-pikiran saya mulai terasuki dengan hawa nafsu seksual. Saat ini sulit bagi saya untuk memusatkan perhatian saya kepada Tuhan, karena pikiran saya tidak bisa terlepas dari hawa nafsu tersebut. Maukah Tuhan mengampuni saya, menyucikan saya dan memampukan saya untuk bisa menghadapi pencobaan yang muncul dengan baik ? saya sadar bahwa pikiran najis saya tersebut membuat saya semakin jauh dari Tuhan.
Baiklah Aku mengampunimu, karena ketulusanmu dalam mengakui dosamu ? Hanya jangan berhenti sampai disini, kelak engkau akan tetap menghadapi ujian dan pencobaan yang sama atau lebih berat, tapi itu untuk kebaikanmu. Nah sekarang, berdirilah jangan merasa sebagai orang yang tertolak, bangunlah kembali ibadah pribadimu, doamu, waktu teduhmu, bacaan Alkitabmu dan pembelajaran Alkitabmu dengan kesungguhan Aku akan menyertaimu.

Terima kasih Tuhan atas kebaikanMu, sekarang saya mau menyampaikan permasalahan pelayanan yang saya kerjakan. Seperti yang Tuhan tahu, saya mengerjakan pelayanan di gereja sudah lebih dari tiga tahun, tapi kadangkala saya merasa bahwa saya berjuang seorang diri bagi pelayanan ini.
Pelayananmu bagiKu, bukanlah pelayanan seorang diri. Itulah sebabnya Aku menaruh banyak orang dengan karunia yang berbeda-beda untuk memperlengkapi pelayanan bagiKu. Jangan pernah merasa bahwa engkau mengerjakannya seorang diri.

Tapi Tuhan, kenapa mereka tidak mau membantu pelayanan yang saya kerjakan ?
Pernahkah engkau duduk bersama dan berdialog dengan mereka ketika hendak mengerjakan pelayanan ? Tiap-tiap orang yang menyadari posisinya dalam pelayanan akan mengerjakan bagiannya dengan baik, kadangkala komunikasi yang lemah membuat pelayanan menjadi buruk.

Pernah Tuhan, kami pernah bahkan sering duduk bersama untuk membicarakan pelayanan, tapi kenapa sampai hari ini saya tidak melihat suatu hasil yang kami harapkan.
Bukan hanya membicarakan, tapi juga melakukannya !. Jangan jadi orang yang hanya berbicara tapi tidak melakukan tindakan yang nyata, pelayanan adalah sesuatu untuk dikerjakan bukan hanya dibicarakan. Selain itu, pernahkah kalian bersama-sama duduk bersama dan berdoa untuk pelayanan, meskipun itu hanya dua atau tiga orang ? Ingat, pelayanan itu bukan kehendakmu yang jadi tapi kehendakKu yang jadi ! Jadi jangan heran kalau seandainya segala sesuatu tidak berjalan sesuai dengan keinginanmu.

Maafkan saya Tuhan, yang masih menilai pelayanan dengan sudut pandang saya. Bolehkah saya lanjutkan lagi Tuhan ?
Ya

Beberapa hari ini saya sedang bermasalah dengan atasan saya, Tuhan. Seperti biasa, ketika mendekati masa tutup tahun, perusahaan dimana saya bekerja melakukan audit keuangan tutup tahun. Nah, karena saya bekerja di bagian pembukuan, saya di minta untuk mengolah data keuangan tersebut supaya dapat diketahui keadaan keuangan perusahaan kami. Tuhan, selama saya melakukan pengolahan tersebut, saya menemukan beberapa kecurangan di dalamnya. Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan dengan keadaan ini ?
Barangsiapa setia dalam perkara-perkara yang kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara yang besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara yang kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara yang besar. Kejujuranmu sedang Ku uji, taatkah engkau kepadaKu untuk melakukan kejujuran ?

Tapi Tuhan, ketaatanku kepadaMu, bisa berakibat buruk kepadaku. Atasanku yang tidak suka dengan cara kerjaku, akan dengan mudah memecat aku. Kalau demikian bagaimana aku bisa berperilaku dengan jujur dalam kondisi ini ?
Bukankah untuk itu engkau Aku panggil, yaitu menjadi saksiKu, meskipun itu berarti penderitaan. Berbahagialah orang yang menderita oleh karena kebenaran, karena merekalah yang empunya kerajaan sorga.

Tapi Tuhan, kalau aku tidak bekerja berarti aku tidak bisa makan dan memenuhi kebutuhanku ?
Tidak percayakah Engkau kepadaKu, Aku lah yang akan memeliharakanMu. Pernahkah engkau melihat burung jatuh dari langit karena kelaparan dan tidak bisa terbang ? pernahkah engkau melihat bunga yang indah berdandan ? Akulah yang mengadakan dan memeliharakan semuanya.

Ah, Tuhan berat sekali resiko yang harus aku hadapi ?
Bukankah mati bagimu adalah keuntungan sedangkan hidup adalah untukKu. Barangsiapa tidak bersedia untuk memikul salibnya, menyangkal dirinya dan mengikut Aku, dia tidak layak bagiKu.

Baiklah Tuhan, maukah Tuhan memampukanku untuk memperjuangkan tanggung jawab ini dengan baik ?
Setialah maka segala sesuatu akan dapat engkau tanggung di dalamKu.

Yang ini masalah yang sangat besar bagi saya Tuhan, bahkan mungkin yang paling mempengaruhi kehidupan saya kelak. Masalah pasangan hidup. Seperti yang Tuhan tahu, saya sudah menggumulkan perihal teman hidup ini selama beberapa tahun di hadapan Tuhan. Tapi sampai hari ini mengapa Tuhan sama sekali tidak menunjukkan kepada saya teman hidup yang telah Allah persiapkan ?
WaktuKu bukanlah waktumu, sudah hilangkah kepercayaanmu kepadaKu ? Aku sudah berjanji akan memberikan pasangan yang sepadan bagimu, maka janjiKu akan terlaksana.

Kriteria-kriteria yang Tuhan singkapkan sudah sangat jelas bagiku, tapi kenapa pribadi yang sesuai dengan Kriteria tersebut tidak kunjung tampak ?
Apa yang menjadi masalahmu sebenarnya ? ketidakpekaanmu untuk mengenali atau kekerasan hatimu yang sedang mencari kesempurnaan dari pasangan hidup. Sadarkah engkau bahwa pasangan hidupmu berada di sekitarmu ? lihat dan pahamilah orang-orang disekitarmu, maka engkau akan menyadarinya. Selain itu engkau juga harus menyadari bahwa, sosok pasangan hidup yang sempurna itu tidak ada, justru dalam pernikahanlah dua orang yang tidak sempurna itu yang akan membangun kesempurnaan bersama-sama.

Lalu apa yang harus aku lakukan dan berapa lama lagi aku harus menunggu Tuhan ?
Tetap berdoa dan mencari tahu kehendakKu, bukalah cakrawala dan pergaulanmu, dan belajarlah lebih peka memahami lawan jenismu. Akan tiba waktunya yang kelak, dimana rencanaKu akan menjadi sempurna di dalammu, asalkan engkau tetap setia menunggu waktuKu.

Baiklah Tuhan, sejauh ini Engkau belum pernah mengecewakan orang-orang yang menaruh kepercayaan dan iman kepadaMu. Saya mau tetap mempercayaiMu. Berikanlah pasangan yang tepat sesuai dengan kehendakMu seorang pribadi yang bersamanya saya semakin mengasihi Tuhan dan sanggup membangun sebuah keluarga yang takut akan Engkau. Tuhan saya juga teringat akan keluarga saya. Saya bersyukur karena saya dilahirkan dan dibesarkan di keluarga ini, di dalam keluarga ini saya belajar mengenal dan mengasihiMu. Beberapa hari ini saya terus bergumul untuk keadaan keluarga saya, khususnya berkenaan dengan adik saya yang belum bekerja. Maukah Tuhan memberikan kepadanya pekerjaan yang sesuai dengan kemampuannya ?
Yang jadi masalah sekarang adalah, maukah adikmu bekerja ? beberapa kali pekerjaan datang menghampirinya, dia tidak pernah mau meresponinya dengan baik. Ini bukan hanya masalah pekerjaan yang mendatangkan banyak uang, tapi pekerjaan dimana namaKu dipermuliakan olehnya. Sudahkah engkau menolong adikmu untuk melihat bahwa bekerja bukan sekedar mencari uang yang banyak, tapi juga meneladani Aku, Allah yang bekerja.

Tapi, dia belum memiliki pengalaman Tuhan, bagaimana dia bisa belajar dari hidup ?
Dorong dia untuk terus mengembangkan diri dengan potensi yang dia miliki, pekerjaan apapun bisa mempermuliakan namaKu, selama dia melakukannya dengan meneladan dariKu.

Bagaimana dengan ibuku yang semakin tua dan sakit-sakitan, maukah Tuhan memberikan kesembuhan padanya ?
Penderitaan tidak selalu mendatangkan duka, apabila engkau mau menyadarinya. Aku selalu mendidik orang yang Aku kasihi, dan menghajar orang yang aku perkenan. Ibumu sakit, bukan karena dosanya, tapi karena Aku memiliki rencana yang indah untuknya dan keluargamu.

Apakah ini berarti Tuhan tidak berkenan untuk memberikan kesembuhan kepadanya ?
Ada kalanya engkau tidak harus tahu segala sesuatu yang aku rencanakan, biarlah waktu yang membuatmu dan keluargamu memahami kehendakKu.

Tuhan ajar saya untuk mengerti kehendakMu, dengan segala keterbatasan saya ?
Segala sesuatu ada waktunya, segala sesuatu ada masanya.

Tuhan saya prihatin dengan keadaan masyarakat, bangsa serta dunia ini.
Apa yang membuatmu prihatin ?

Saya prihatin dengan banyaknya kebobrokan dan kerusakan manusia yang tinggal di dalamnya. Mereka melakukan begitu banyak dosa, pelanggaran dan kesalahan. Dan yang paling menyedihkan adalah : mereka sepertinya tidak merasakan penyesalan karena dosa yang mereka perbuat.
Bagaimana denganmu ? apakah engkau bagian dari mereka ?

Bagaimana bisa aku sama seperti mereka, sedangkan aku meratapi kesalahan mereka dihadapanMu ?
Apakah engkau mengatakannya dengan jujur ? jangan jadi orang yang melihat selumbar di mata saudaramu sedangkan balok di matamu tidak.

Tapi Tuhan, aku berjuang untuk hidup dengan hati nurani yang jujur di hadapanMu dan manusia.
Baiklah, kalau demikian apa yang sudah engkau lakukan atas keadaan tersebut ? berdoa saja atau melakukan sesuatu yang bisa merubah keadaan tersebut ? ketika engkau berdoa datanglah kerajaanMu, sebenarnya engkau punya tanggung jawab untuk mewujudnyatakan kerajaanKu itu di atas dunia. Engkau adalah perpanjangan tanganKu di atas dunia ini.

Kalau demikian tolong saya Tuhan untuk tidak hanya berdoa di hadapanMu tapi juga memperjuangkan bangsa dan masyarakat dengan tindakan di kehidupan saya sehari-hari.
Untuk itulah engkau ada, yaitu untuk mendoakan dan mengusahakan tempat dimana engkau ditempatkan.

Terima kasih Tuhan untuk kesempatan ini, kesempatan dimana saya bisa bercakap-cakap dengan Tuhan.
Aku juga menikmati persekutuan ini anakKu.

Apakah aku masih bisa menemui Tuhan lain waktu ?
Dengan senang hati anakKu, Aku selalu menunggumu kapan saja engkau berkeinginan untuk bertemu denganKu.

Dengan ucapan syukur saya membawa doa ini dalam nama Allah Tritunggal : Bapa, Putra dan Roh Kudus. Amin
(SkD) 02/05/2005

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SEBUAH KEPUTUSAN

YANG TERKASIH

MAAFKAN AKU MA ... !!!