Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2006

YANG TERKASIH

Kugenggam jemari istriku dengan penuh kelembutan, jemari yang lemah itu makin terkulai ketika aku medekap dan menempelkannya di pipiku. Kupandang matanya yang basah kembali mengalirkan buliran-buliran air mata yang deras membanjiri pipinya yang semakin keriput dimakan usia. Aku terpaku ... tidak tahu harus berbuat apa lagi.
Sejenak aku mendekat dan kucium keningnya, “Aku masih tetap sayang kamu Bu, tidak ada yang bisa menggantikanmu ...”, kataku dengan suara yang parau menahan kesedihan di hatiku. “ Terima kasih Yah, engkau tahu betapa berartinya itu bagiku...”, balas istriku sambil berusaha menggerakkan lengannya yang lemah itu untuk memeluk aku. Aku kembali terdiam, membiarkan istriku memeluk aku untuk beberapa saat.
Semilir angin malam, menyapa tubuhku yang semakin rapuh seiring dengan waktu. Sesekali terdengar hewan malam yang berusaha mengusik kegundahan hatiku. Di sini, di sebuah pondokan kecil, di belakang rumah yang telah kudiami selama hampir setengah abad aku sendiri menangis …

SEBUAH KEPUTUSAN

Sore itu langit terlihat gelap dan kelam. Kilat yang sesekali menyambar membuat suasana sore itu terasa kian mencekam bagiku. Aku duduk termenung menatap ikan-ikan yang berenang kian kemari di dalam akuarium dengan penuh kegembiraan yang seolah tidak peduli dengan segala sesuatu yang ada di sekitarnya, terutama keberadaan dirku. Hari ini segala sesuatu yang aku hadapi terasa berat sekali. Perasaanku yang tidak tenang, hatiku yang kacau balau membuat semua kegiatan yang aku jalani hari itu kian menyempurnakan kegalauan hatiku.

Kusibakkan rambut yang luruh menutupi wajahku lalu kutundukkan kepalaku sembari menghela nafas pelan. Aku terdiam.
Tiba-tiba kurasakan sebuah sentuhan telapak tangan yang menjamah lembut pundakku di susul dengan suara menyapa namaku, “ Wid ...!”.
Kutolehkan kepalaku ke arah suara yang menyebut namaku dan di hadapanku aku melihat seraut wajah, dengan seulas senyum mengembang, yang selama ini selalu membawa keteduhan dan kedamaian bagiku, baik susah maupun senang.
“Ada…

SAHABAT

Gadis manis itu menangis di dalam pelukanku, aku biarkan bajuku makin menjadi basah oleh air matanya. Namanya Citra, seorang gadis remaja yang beranjak menjadi dewasa. Wajahnya manis di dukung oleh keramahan dan keceriaannya membuat dia dikenal oleh banyak orang, dan tidak mengherankan bagiku bila dia menjadi perhatian banyak pemuda, tidak hanya di sekolah, bahkan di lingkungan tempat tinggalnya. Citra bagaikan sekuntum bunga yang sedang merekah dengan indahnya.Sedangkan aku, aku adalah seorang gadis yang sebaya dengan dirinya. Tetapi berbeda dengan dirinya yang cantik, aku adalah seorang anak gadis yang berbadan agak gemuk dan berkacamata tebal. Aku seorang yang lebih suka menyendiri dan menghabiskan waktuku dengan membaca segala jenis buku. Kadangkala aku pun terheran-heran, bagaimana aku bisa bersahabat dekat dengan Citra, padahal kami hampir bertolak belakang satu dengan yang lainnya. Dia cantik, aku tidak. Dia anak seorang pengusaha garment, sedangkan aku hanyalah anak seorang gu…

RATAPAN HATIKU

Di sebuah kursi panjang di pelataran gereja aku masih terduduk, diam membisu memandangi setiap kendaraan yang sesekali lewat di depan mataku. Memang malam ini udara terasa agak dingin karena baru saja hujan deras reda setelah seharian mengguyur bumi. Kurapatkan jaketku lebih kuat lagi untuk mengusir rasa dingin yang tiba-tiba sajamenyeruak dalam diriku. Kemudian kembali aku tenggelam dalam lamunanku. Mataku menerawang jauh ke arah gereja dengan tatapan mata yang kosong. Sejenak aku terkagum-kagum melihat bangunan yang berdiri dengan megah di hadapanku, dalam hati aku tersenyum malu dan heran karena setelah hampir 5 tahun aku jadi jemaat gereja ini, aku kok nggak pernah menyadari betapa besar dan megahnya gedung gereja ini.Aku menghembuskan nafasku dengan gelisah, sambil sesekali memandang ke arah gerbang gereja. Memang malam hari ini, sama seperti malam minggu – malam minggu sebelumnya setiap jam tujuh malam selalu ada persekutuan pemuda di gereja, tapi ini, sudah hampir setengah dela…

MENTARI DI UFUK BARAT ...

Seandainya aku harus mati hari ini, sudahkah pernyataan kasihku kuungkapkan kepada orang-orang yang aku kasihi ?Seandainya aku harus mati hari ini, apakah aku yakin bahwa aku kepunyaan Tuhan, sehingga Dia akan membuka tangan kasihNya untukku ?Bagi orang percaya mati berarti bertemu dengan Allah, sedangkan hidup berarti menjadi milik Allah.Tangan yang mungil itu berada di dalam genggamanku, sedangkan tatapan matanya yang lembut masih terus tertuju ke arah sosok tubuhnya yang mulai mendingin, yang terbaring kaku di atas tempat tidur, sementara itu terlihat di sana seorang pria sedang menahan beban istrinya yang terjatuh karena tidak kuasa menahan kesedihan ditinggalkan oleh buah hatinya yang masih berusia 5 tahun. Perlahan tapi pasti aku menuntun dia melangkah keluar dari ruangan ICU meninggalkan badannya yang telah terbujur kaku. Tidak banyak kata yang terucap dari anak itu, hanya : “Kenapa Papa dan Mama menangis ?”.Aku hanya bisa berkata dalam hatiku, Nak tidak tahukah engkau bahwa me…

MAAFKAN AKU MA ... !!!

Pagi ini cuaca terlihat cerah sekali, mentari pagi bersinar kuning keemasan dan ayam jantan berkokok nyaring menyambut datangnya hari baru. Aku yang baru terbangun dari tidurku merenggangkan tubuhku yang terasa kaku seraya menguap sesekali dan mengucek mataku yang masih terasa berat. Aku bangun dan duduk di atas tempat tidurku. Kucari-cari istriku di sisiku, tapi tak kudapati. Kuperhatikan jam yang nangkring di dinding kamar. Jarum panjang menunjuk ke angka sepuluh sedangkan jarum pendek menunjuk ke angka lima. “ Wah sudah jam lima kurang sepuluh ... “. Segera aku bangun dan turun dari tempat tidurku kemudian melangkah menuju dapur untuk mengambil air minum – kebiasaanku untuk minum air putih setiap pagi di dapur – sambil sesekali menguap aku melangkah ke dapur.

“ Selamat pagi Ma ... “. Aku berucap sembari memeluk istriku dari belakang dan tidak lupa menghadiahkan sebuah kecupan mesra di pipinya. Istriku hanya tersenyum dan kembali melanjutkan pekerjaannya mengiris bawang merah di dap…