PELAYANAN : MENGAPA DAN BAGAIMANA ?

Setiap saya mengingat akan bagaimana jalan hidup dari David Livingstone, saya selalu dibuat heran dengan komitmen pelayanannya. Dengan hanya berbekal janji Tuhan “ Aku akan menyertai engkau sampai akhir zaman’ (Mat 28:20), ia melayani Tuhan sampai akhir hidupnya. Tiga patah kalimat yang selalu terucap dalam doanya :”Utuslah aku kemana saja asalkan Engkau menyertai aku ; taruhlah beban apa saja kepadaku asal Engkau menopang aku dan ; lepaskanlah semua ikatan yang aku kasihi selain ikatan kasih Allah kepadaku.” Membuat dia mengalami hal-hal yang tidak akan pernah ia lupakan. Ia diutus ke Afrika, ia mengalami kelaparan, di serang suku liar dan binatang buas, tubuhnya rusak, anak istrinya meninggal tapi ia tetap setia dengan komitmen pelayanannya, bahkan di akhir hayatnya pun ia meninggal dengan posisi berdoa kepada Allah. Kenapa ? bagaimana ia bisa setia dengan komitmennya kepada Allah ?

Pelayanan adalah hal yang hendak kita pelajari kali ini. Seringkali kita bertanya Kenapa kita harus melayani ? Bentuk pelayanan apa yang harus aku kerjakan ? Persiapan apa yang harus aku lakukan untuk melayani ? Apa akibat pelayanan tersebut bagi aku ? dan masih banyak berderet pertanyaan-pertanyaan yang lain yang bisa kita munculkan. Setelah kita tadi melihat keteladanan hidup pelayanan David Livingstone, kita akan kembali melihat tentang bagaimana Alkitab berbicara tentang pelayanan melalui tokoh Tuhan Yesus, Para Rasul dan secara khusus Rasul Paulus.

I. Teladan Tuhan Yesus
a. Masa Persiapan Pelayanan

1. Yesus Belajar, menurut Injil Lukas kita bisa melihat bahwa Yesus kemungkinan mengalami masa belajar.
Pada usia delapan tahun Ia di sunat (Luk 2:21) dan Alkitab kembali mencatat tentang keberadaan Yesus ketika Yesus sudah berusia 12 tahun saat Dia berada di antara ahli taurat di Bait Allah (Luk 2:42). Setelah kejadian di Bait Allah pada saat Yesus berusia 12 tahun, Alkitab seakan bungkam tentang Yesus, dan baru kembali berbicara ketika Yesus berusia + 30 tahun. Pada rentang usia 8 hari – 12 tahun – 30 tahun, ada kemungkinan Yesus mengalami masa pembelajaran, hal ini dapat dibuktikan dengan fakta :
· Yesus menguasai beberapa bahasa, antara lain : Bahasa Aram (Karena Maria, ibuNya orang Aram, sehingga bahasa Aram adalah bahasa Ibu bagi Yesus), Bahasa Yunani, Bahasa Ibrani (Rabinik dan Klasik) – Bahasa yang digunakan Yesus untuk bersoal jawab dengan para Ahli Taurat ketika Ia berusia 12 tahun.
· Ada kebiasaan orang Israel untuk mengajak anak-anak mereka untuk datang ke rumah ibadah (Sinagoge) pada usia empat tahun. Ini merupakan cara mereka untuk mendidik anak-anak mereka untuk taat kepada hukum Taurat dan membangun kecintaan terhadap bangsa mereka. Fakta ini ditunjukkan ketika Yesus – sebagaimana kebiasaanNya – datang ke rumat ibadah (Luk 4:16)
· Ada beberapa tempat yang kemungkinan menjadi lokasi dimana Yesus belajar pada masa mudanya.
Nazaret, tempat Yesus dibesarkan.
Japha, kota dengan jarak + 30 menit dari kota Nazaret.
Sephoris, kota yang dibakar oleh Romawi pada saat Yesus berusia 10 tahun, dan kemudian dibangun kembali. Ada kemungkinan Yusuf, ayah Yesus yang adalah tukang kayu bekerja di kota tersebut dan mengajak Yesus untuk membantunya.
2. Yesus dibaptis oleh Yohanes Pembaptis sebelum memulai pelayananNya (Luk 3:21 – 22). Baptis menunjukkan pertobatan dan kepercayaan / ketundukan kepada Allah. Melalui baptisan ini bukan berarti Yesus bertobat – karena Ia memang tidak berdosa - , tapi ini menunjukkan bahwa Allah Bapa dan Roh Kudus berkenan untuk ambil bagian di dalam mendukung pelayanan Yesus.

b. Masa Pelayanan
Masa pelayanan Yesus yang hanya + 3,5 tahun itu telah membawa dampak yang begitu besar bagi dunia, bahkan Napoleon Bonaparte, salah satu Agresor terbesar di dunia menyatakan bahwa Yesus adalah pemimpin yang lebih baik dari dirinya. Napoleon mengungkapkan, bila ia meninggal para pengikutnya akan meninggalkannya satu persatu tapi setelah kematianNya, para pengikut Yesus tidak makin berkurang tetapi sebaliknya malah semakin bertambah banyak. Hal ini terjadi karena Yesus tahu apa yang harus dikerjakanNya, Dia tidak asal melayani tapi Dia mempunyai tujuan yang jelas yaitu menobatkan orang berdosa (Luk 5:32) dan memberitakan Injil, sehingga Ia menolak ketika orang sakit datang padaNya (Mrk 1:38) bukan karena mau bertobat dan pecaya tapi ingin disembuhkan.

c. Masa Akhir / Akibat Pelayanan
Yesus mengakhiri masa pelayananNya dengan sempurna yaitu ketika Ia mati di kayu salib untuk menebus dosa manusia, karena itulah yang dikehendaki oleh BapaNya. Itulah sebabnya ketika disalib Yesus berkata “Sudah selesai” (Yoh 19:30) karena memang pelayananNya sempurna.

II. Teladan Para Rasul
a. Masa Persiapan Pelayanan
1. Pembentukan di lingkungan masing-masing
Para rasul berasal dari latar belakang yang berbeda, ada yang nelayan, pemungut cukai, tabib, penulis dan lain-lain. Tapi dengan pembentukan mereka itu, mereka memiliki ciri dan keunikan khusus masing-masing, sehingga ketika Yesus menyatukan keberbedaan itu mereka menjadi teladan dalam hal kesatuan bagi jemaat.
2. Pembentukan bersama dengan Yesus
Selama 3,5 tahun mereka bersama dengan Yesus, mereka belajar mengenal siapa Yesus yang sesungguhnya dengan mata dan kepala mereka sendiri, karena mereka hidup bersama dengan Yesus. Dari hasil pengamatan itulah mereka bisa menjadi saksi yang baik bagi Allah. Selain menjadi pengamat para murid juga diajarkan untuk meneladani hidup dari Yesus.

b. Masa Pelayanan
1. Masa pelayanan para rasul pada masa Tuhan Yesus adalah mengerjakan tugas – tugas yang diberikan Tuhan Yesus sendiri. Memberitakan Injil (Luk 9:6), menyembuhkan, mengusir setan (Mat 10:5-8) dan lain-lain. Pada saat itu Yesuslah yang menjadi pemimpin dan pengatur bagi pelayanan mereka, mereka menaati apapun yang diperintahkan Yesus.
2. Masa pelayanan para rasul setelah kenaikan Tuhan Yesus, ternyata mengalami banyak perubahan, bedanya saat itu mereka tidak lagi dipimpin oleh Yesus yang hidup tetapi oleh Roh Kudus yang diutus untuk menolong para rasul. Pelayanan yang mereka kerjakan masih sama, yaitu segala yang diperintahkan Yesus kepada mereka semasa hidupNya : memberitakan Injil (Mat 28:19-20 ; Kis 1:8), menyembuhkan dan mengusir setan (Kis 5:15-16) dan sama seperti pada masa kehdiupan Yesus di dunia, mereka pun mempunyai kuasa untuk melakukan tanda dan kuasa (Kis 5:12 ; Mrk 16:17-18 ; Kis 1:8).

c. Masa Akhir / Akibat Pelayanan
1. Akibat pelayanan para rasul adalah pertobatan dari banyak orang. Tigaribu orang pada saat Pentakosta (Kis 2:41) ; Kornelius sekeluarga (Kis 10:47-48), orang-orang Anthiokia, dan lain-lain. Banyak orang yang disembuhkan dari sakitnya dan juga banyak roh jahat yang diusir (Kis 5:15-16).
2. Selain hasil positif yang di dapat, para rasul juga mengalami penjara (Kis 5:18 ; Kis 12:43 ; Kis 26:23-24), dianiaya (Kis 8:16), dibunuh (Kis 7:59-60 ; Kis 12:2). Para rasul menganggap itu adalah konsekuensi yang harus mereka tanggung dalam pelayanan sehingga meskipun menderita mereka tetap melakukan itu dengan kesetiaan dan kesungguhan.

III. Teladan Rasul Paulus
a. Masa Persiapan Pelayanan

1. Sama seperti setiap orang percaya, Rasul Paulus dipilih dan dipersiapkan dari awal. Bahkan dikatakan, sejak ia ada di dalam kandungan ibunya ia sudah ditentukan sebagai pemberita Injil (Gal 1:15-16).
2. Paulus dibesarkan dalam sebuah keluarga yang religius, ayahnya yang seorang Farisi berkewarganegaraan Romawi membesarkan dia dengan kedisplinan dan pemeliharaan adat istiadat Yahudi, sehingga Paulus menonjol dalam kerohaniannya (Gal 1:13-14).
3. Selain oleh orang tuanya, Paulus juga dididik secara teliti oleh Gamaliel (Kis 22:3), seorang Farisi yang menjabat Mahkamah Agama, seorang Ahli Taurat yang sangat dihormati oleh banyak orang (Kis 5:34), tentang huku-hukum nenek moyang Yahudi.
4. Setelah sekian lama menjadi penganiaya Jemaat (Kis 8:3 ; Kis 22:4-5), Paulus akhirnya bertobat (Kis 9:1-18). Hal inilah yang menjadi titik tolak sekaligus titik penting dalam kehidupan Paulua dimana ia mulai dipersiapkan secara khusus oleh Tuhan untuk memberitakan InjilNya (Kis 9:15-16).
5. Setelah masa pertobatan, Paulus ternyata masih ditakuti oleh orang percaya karena masa lalunya. Tapi dengan pertolongan Yusuf Barnabas, ia bisa diterima oleh jemaat bahkan oleh para rasul (kis 9:26-27) dan akhirnya Paulus pun beroleh pengakuan dari para rasul akan pelayanannya (Gal 2:9).

b. Masa Pelayanan
1. Paulus juga mempunyai misi yang sama seperti para rasul yang lain, yaitu memberitakan Injil. Hanya bedanya penginjilan yang ia lakukan ditujukan kepada orang diluar Israel (Gal 2:15). Karena itulah Paulus mengadakan perjalanan mengabarkan Injil sebanyak tiga kali di Asia Kecil, Siprus, Makedonia, Yunani dan kota-kota kecil lainnya.
2. Paulus bukanlah tipe orang yang serampangan dalam pelayanan. Seperti Yesus yang menolak untuk menyembuhkan orang dan menyingkir ketika diminta menjadi raja karena Ia memiliki Fokus dalam pelayananNya (Yoh 6:15). Serta para rasul yang mengerjakan pelayanannya karena mereka menyadari arti penting dari pelayanan tersebut, Paulus juga mempunyai fokus dalam pelayanannya. Ia bukanlah petinju yang sembarangan memukul dan pelari yang berlari tanpa tujuan (I Kor 9:24-27) tapi ia merencanakan, mempersiapkan dan menggumulkan pelayanannya dengan sungguh-sungguh.

c. Masa Akhir / Akibat Pelayanan
1. Melalui Paulus banyak orang yang bertobat dan dibawa kepada Kristus. Salah satu keberhasilan Paulus yang lain adalah pembinaan kerohanian kepada jemaat. Ia mengadakan kuliah di ruang Tiranus (Kis 19:8-10) dan ia mendidik dua orang untuk membantu pelayanannya, yaitu Timotius dan Titus.
2. Paulus mengalami banyak penderitaan dalam perjalanan pelayanannya, ia dipenjara, disesah, mengalami kapal karam dll. (I Kor 4:11 ; II Kor 6:8-10 ; II Kor 11:23-28 ; II Kor 12:7).

Dari empat teladan di atas kita bisa melihat bahwa pelayanan bukanlah hal yang mudah untuk dikerjakan. Banyak persiapan yang harus dikerjakan, banyak konsekuensi yang harus dihadapi dan tantangan yang muncul dalam pelayanan, tapi seorang pelayan yang tahu apa arti hidupnya akan mengerjakan pelayanan itu sampai akhir hayatnya.
Apa sebenarnya alasan kita melayani ? Apakah kita melayani tanpa alasan ? Tentu saja tidak !!! kita mempunyai beberapa alasan untuk kita melayani.
1. Allah sudah terlebih dahulu melayani manusia sehingga sebagai ucapan syukur kitapun perlu untuk melayani Allah. Kebanyakan dari pelayanan muncul karena tanggung jawab moral atau sebagai ajang keakraban, alasan tersebut tidak bisa dibenarkan dalam pelayanan kita kepada Allah.
2. Seseorang tidak bisa atau akan mengalami kesulitan bertumbuh tanpa kesediaan untuk melibatkan diri dalam pelayanan, karena melalui pelayanan itulah seseorang akan dibentuk dan diperlengkapi untuk pertumbuhannya.
3. Dibutuhkan banyak pekerja di masa-masa penuaian ini. Sama seperti yang dikatakan Yesus : “... Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit ...” (Mat 9:37)
4. Ada suatu janji dari Allah kepada kita sebelum kenaikanNya ke sorga :” ... Ketahuilah Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman ...” (Mat 28:20b).

Apakah dengan hanya mengetahui alasan pelayanan sudah cukup dan kita bisa langsung melayani ? Ternyata tidak !!! Mari kita bersama belajar dari tokoh-tokoh yang telah kita bahas di atas, dari merekalah kita dapat melihat syarat yang harus ada sebelum kita melayani :
1. Ketundukan dan penyerahan diri kepada Allah
Bandingkan : Yesus dibaptis oleh Yohanes Pembaptis ; Para Rasul menerima Roh Kudus karena kepercayaan dan kesetiaannya ; Rasul Paulus bertobat dalam perjalanannya ke Damsyik. Tanpa ketundukan dan penyerahan diri kepada Allah, kita patut mempertanyakan siapakah yang hendak kita layani ? apakah Tuhan ?
2. Tahu apa yang harus dikerjakan
Bandingkan : Masing-masing pelayanan Yesus dan para rasul memiliki fokus yang jelas, mereka tidak asal menerima dan mengerjakan pelayanan, mereka mempunyai visi dan misi dalam mengerjakan pelayanan. Sehingga apa yang mereka kerjakan berhasil dan membawa dampak.
3. Mempersiapkan diri sebelum pelayanan
Bandingkan : Yesus belajar dan berpuasa sebelum melayani ; para rasul menjalani “magang” pelayanan bersama dengan Yesus ; Rasul Paulus melakukan pembelajaran bersama dengan keluarganya dan Gamaliel. Persiapan ini ditunjukkan supaya kita tidak canggung ketika memulai pelayanan karena kita memang sudah siap untuk melayani.
4. Tahu konsekuensi yang harus ditanggung dalam pelayanan
Bandingkan : Penderitaan bahkan kematian Yesus dan para rasul sama seperti pepatah yang mengatakan “Jangan main api kalau takut terbakar”. Pelayanan memiliki resiko yang bisa berdampak bagi keselamatan diri kita sendiri, kesadaran akan hal ini harusnya membuat kita siap untuk menghadapinya.

Pelayanan yang dipercayakan Allah kepada kita harus dipertanggung jawabkan di hadapan Allah kelak (Bandingkan : Perumpamaan Talenta – Mat 25:14-30). Itulah sebabnya pelayanan disebut juga ucapan syukur yang dipertanggungjawabkan. Kita tidak bisa bermain-main dengan pelayanan, yang kita butuhkan dalam pelayanan adalah tanggung jawab dan kesetiaan. Marilah kita bersama-sama menyiapkan diri dan mengerjakan pelayanan kita untuk kemuliaan Tuhan. “... Tak ada banyak waktu, giatlah dan jangan lalai, pekerjaan besar menunggu ladang siap di tuai ...” Mahkota abadi sudah menunggu untuk diperoleh oleh orang yang setia dan bertanggung jawab dalam pelayanan (I Kor 9:25). SkD

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SEBUAH KEPUTUSAN

YANG TERKASIH

MAAFKAN AKU MA ... !!!