ORANG KRISTEN ATAU ORANG PERCAYA ?

Beberapa hari ini saya mulai memikirkan istilah yang digunakan dalam menyebut orang yang mengaku percaya kepada Kristus. Banyak orang lebih suka menyebut diri mereka sebagai orang KRISTEN, tapi juga tidak sedikit orang yang lebih suka menyebut diri mereka sebagai orang PERCAYA.
Sebagai orang awam, saya pun kadangkala mengalami kesulitan untuk mengidentifikasikan diri saya, maksud saya, lebih enak mana sih menjadi orang KRISTEN atau menjadi orang PERCAYA ?
Pernahkah kita memperhatikan dalam sejarah tercatat, bahwa kata KRISTEN adalah sebuah kata ejekan yang diberikan oleh masyarakat kepada orang-orang yang mengikuti pengajaran dari KRISTUS, ejekan yang muncul karena anggapan masyarakat bahwa orang-orang ini telah dibodohi oleh pengajaran tersebut. Sama seperti istilah NASRANI yang digunakan untuk mempermalukan orang-orang yang mengikuti Yesus orang NASARET.
Dalam perkembangan sejarah gereja mula-mula, sepertinya Paulus kurang begitu cocok dengan sebutan KRISTEN yang digunakan untuk membedakan orang-orang yang mengikuti pengajaran Kristus dengan orang-orang yang tidak sepakat dengan pengajaran tersebut. Maka pada akhirnya Paulus lebih suka memakai istilah orang PERCAYA yang menurutnya lebih representatif untuk menyatakan perbedaan antara orang yang percaya kepada KRISTUS dan yang tidak.
Saya pribadi tidak mempermasalahkan apakah kita mau memakai istilah KRISTEN atau orang PERCAYA, karena bagi saya keduanya memiliki makna yang sama dalam. Benarkah ?
KRISTEN berarti pengikut Kristus, hal ini menegaskan kepada dunia bahwa kita memang ditentukan untuk menjadi bagian dari Kristus dan menjadi berbeda dari dunia. Kita tidak sama dengan mereka yang tidak mengikut KRISTUS. Bahkan Alkitab dengan jelas mengatakan : “ Barangsiapa mengaku bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.” Hal ini berarti orang yang tidak hidup sama seperti Kristus, tidak berhak menyandang status orang kristen. Blaik !
“Waduh, Mampus aku ! bagaimana aku orang yang berdosa ini bisa hidup sama seperti Kristus yang tanpa cacat cela itu ?” hanya ada satu jawabannya : alamilah kelahiran baru melalui keselamatan yang telah dianugerahkan Kristus kepada kita melalui pengorbananNya di kayu salib, dan hiduplah hanya untukNya. Maka anda dan saya mewujudnyatakan kehidupan yang sebenarnya sebagai orang kristen.
Nah, kalau istilah orang KRISTEN dipakai untuk membedakan komunitas pengikut Kristus dengan masyarakat pada umumnya, maka istilah orang PERCAYA, menurut saya (bukan menurut Paulus lho …) lebih berbicara tentang membedakan “orang yang dipanggil” dan “orang yang dipilih” di dalam komunitas KRISTEN itu sendiri. Memang sih, pada zaman Paulus istilah ini juga digunakan untuk membedakan antara komunitas pengikut Kristus dengan masyarakat pada umumnya, tapi secara spesifik dengan menyitir perkataan Yesus tentang “domba dan kambing” ; “lalang dan gandum”, maka muncullah istilah “orang percaya dan orang tidak percaya”. Orang yang dipanggil adalah orang-orang yang datang, berkumpul di dalam komunitas pengikut Kristus, mendengarkan firman Tuhan, memuji Tuhan tapi tidak pernah mengalami keselamatan dari Kristus. Sedangkan orang yang dipilih adalah orang-orang yang ditentukan untuk beroleh keselamatan dan kerajaan Allah yang kekal. Hal ini berarti : Tidak semua orang yang berangkat ke gereja, memuji Tuhan, membaca Alkitab, bahkan yang melayani Tuhan sekalipun bisa beroleh keselamatan, meskipun sejak lahir dia sudah dianggap sebagai orang KRISTEN. Hanya dengan PERCAYA bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juru Selamat secara pribadi (ingat ! ini masalah pribadi bukan kelompok) serta menyerahkan dirinya untuk diselamatkan yang beroleh kehidupan yang sebenarnya.
Saya ingat diskusi saya dengan seorang teman pemuda dari Jerman tentang hal ini. Di satu sisi dia menekankan bahwa sudah sepantasnya kita menggunakan istilah KRISTEN yang menyatakan perbedaan kita dengan dunia, sedangkan saya lebih suka memakai istilah PERCAYA, karena bagi saya ini masalah pribadi kita dengan Tuhan. Tapi setelah melewati diskusi yang panjang, akhirnya kami sepakat pada beberapa hal, yaitu : (1) bahwa sudut pandang kami berbeda, dia mendasarkan pendapatnya pada pemahaman bahwa pengikut Kristus harus dibedakan dari dunia yang sudah tenggelam di dalam dosa sehingga pantas disebut KRISTEN (pengikut Kristus), sedangkan saya memandang bahwa pengikut Kristus haruslah berhubungan langsung dengan Kristus melalui PERCAYA. (2) Entah KRISTEN atau PERCAYA, para pengikut Kristus harus mengalami pembaharuan hidup dalam Kristus melalui iman. (3) para pengikut Kristus harus hidup demi Kristus.
Beberapa waktu ini, media banyak mengekspos para Artis Mualaf yang berpindah haluan ke iman muslim. Saya sangat sedih dan kecewa dengan kejadian tersebut. Mengapa kecewa ? Karena media hanya berani mengekspos mereka yang beralih iman ke muslim (karena mayoritas), sedangkan mereka yang ke nasrani atau agama lain tidak diekspos. Hal ini menunjukkan bahwa kebebasan beragama adalah hal yang masih belum dirasakan. Sedangkan kesedihan saya berpangkal dari melihat mereka yang sudah gagal melewai proses penampian. Hanya karena mencari damai sesaat mereka telah merelakan diri kehilangan damai yang kekal di dalam Kristus. Tapi disisi lain saya sangat menghargai keputusan mereka karena manusia memiliki kehendak bebas untuk menentukan kemana kehidupan mereka akan melangkah.
Nah yang manakah diri Anda ? orang KRISTEN yang PERCAYA atau orang KRISTEN yang tidak PERCAYA ? hidup Anda sekarang menentukan kehidupan Anda sebenarnya kelak di masa kekekalan. SkD (26/10/06)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SEBUAH KEPUTUSAN

YANG TERKASIH

MAAFKAN AKU MA ... !!!