LUMPUR KEMATIAN

Tidak terasa lebih dari empat bulan, letupan lumpur panas dari bekas pengeboran minyak PT Lapindo Brantas, terus menjadi berita yang sangat hangat … bahkan panas. Sampai pemerintah menyatakannya sebagai bencana nasional.
Ribuan korban masih terus menunggu uluran tangan dari para dermawan untuk membantu mereka lepas dari permasalahan itu baik berupa bantuan fisik maupun pemikiran bagaimana menghentikan bencana ini. Sementara itu lumpur panas tersebut seolah semakin deras, meluas dan enggan menghentikan muntahannya. Jika pertama kali meluap diperkirakan muntahannya hanya sekitar 5000 m3 per hari, maka sekarang luapannya mencapai angka lebih dari 100.000 m3 per hari. Luar biasa !
Kejadian ini membuat saya semakin sadar betapa merusaknya tabiat dosa dalam diri manusia. Lho apa hubungannya ? Sama seperti lumpur panas yang meluap di Porong, Sidoarjo, demikianlah dosa di dalam diri manusia meluap dan merusak manusia tersebut. Pilihan Adam dan Hawa untuk berbuat dosa di taman Eden membuat manusia terperosok dan tenggelam di dalam dosa. Dan kian lama dosa yang terus dipelihara itu kian membesar dan menenggelamkan manusia jauh menghilang ke dalam lumpur dosa. Sama seperti lumpur sidoarjo yang makin membesar jumlah muatan luapannya dan menenggelamkan desa disekitarnya.
Tidak terhitung usaha yang dilakukan pemerintah untuk menghentikan lumpur ini, tidak hanya ahli geologi tapi juga berbagai ahli lainnya yang dilibatkan dalam proyek penghentian luapan lumpur panas, bahkan paranormal pun diikutsertakan melalui setiap terawangan metafisika mereka. Tapi sepertinya lumpur panas itu tetap cuek dan makin menderaskan luapannya.
Sama seperti halnya kesia-siaan yang terjadi dalam usaha tersebut. Sekeras apapun kita berusaha untuk menghentikannya, dosa tersebut tidak semakin berkurang, malah sebaliknya semakin bertambah kuat untuk menghancurkan dan merusak diri kita. Tidak bisa disangkali bahwa kita mendapati begitu banyak orang yang berusaha untuk menyelamatkan diri dari lumpur dosa dengan banyak berbuat baik, dengan hidup benar, bahkan membagikan kekayaannya. Tapi tidak ada satupun perbuatan manusia yang bisa menyelamatkan mereka dari lumpur dosa tersebut, karena semakin besar usaha manusia untuk melepaskan diri dari lumpur dosa, semakin manusia itu terperosok ke dalamnya.
Lalu apa yang harus dilakukan ?
Kalau Anda bertanya kepada saya bagaimana cara untuk menghentikan lumpur panas di Porong, Sidoarjo, saya juga tidak tahu bagaimana caranya. Lha wong para ahli saja tidak bisa apalagi saya. Mungkin benar apa kata teman, masukin aja para koruptor dan penjahat ke dalam lumpur panas pasti luapannya berhenti, kan danyang yang mbahurekso di sana sudah dipuaskan J.
Tapi, jikalau anda bertanya kepada saya bagaimana supaya kita bisa lepas dari lumpur dosa yang telah menenggelamkan kita. Mungkin saya bisa membantu anda. Gimana caranya ?
Datang pada Yesus, sadari dan akui segala dosa dan ketidakmampuan Anda untuk menyelamatkan diri, serta akui kebutuhan Anda akan Juru Selamat kemudian biarkan Roh Kudus memperbaharui diri Anda menjadi ciptaan baru yang telah dipermandikan dari kotoran lumpur dosa dan mengenakan pakaian baru dalam Kristus. Dengan kata lain, biarkan Allah yang membereskan meluasnya lumpur dosa yang makin menenggelamkan dan merusakkan kehidupan kita. Semua usaha kita untuk menyelamatkan diri adalah sia-sia, hanya tangan Allah yang sanggup menyelamatkan Anda dan saya. Ini bukan saat bagi kita untuk berusaha menyedot dan mengeluarkan lumpur dosa dengan usaha kita sendiri, tapi menyerahkan sepenuhnya kepada Tuhan yang memiliki kehidupan kita dari dosa yang menenggelamkan kita.
Nah sekarang, lepas dari apakah Lumpur Lapindo Brantas – yang diperkirakan para ahli akan memakan waktu minimal 50 tahun – akan segera berakhir atau tidak, Ini saat bagi kita untuk melepaskan diri dari lumpur dosa dan mengalami keselamatan dari Yesus Kristus, Tuhan kita. Apakah Anda bersedia ?. Amin. SkD (01/11/2006)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SEBUAH KEPUTUSAN

YANG TERKASIH

MAAFKAN AKU MA ... !!!