Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2006

PINAGGIHIPUN KABUDAYAN JAWI KALIYAN IMAN KRISTEN

Sampun sawetawis wekdal, kawula maos waosan ingkang nggadhahi sesambetan kaliyan kabudayan Jawi. Tumindak punika mrentul saking raos tumut handarbeni kabudayan Jawi ugi amargi pepingenan anggen kawula badhe nguri-uri kabudayan Jawi. Pepingenan punika medhal boten namung amargi kawula tiyang Jawi ingkang ngrumaosi sampun boten mangertosi malih punapa ingkang dados kabudayan kawula piyambak saingga perlu nyinau bab punika, nanging ugi lair saking pitakenan kawula ; kados pundi anggenipun kabudayan Jawi saged memitran kaliyan iman kapitadosan kristen, bab lairipun ngantos dumugi diwasanipun ing tanah Jawi punika. Inggih punika iman kapitadosan ingkang kawula pitadosi ngantos ing titi wanci punika.
Langkung dangu anggen kawula nyinaoni prekawis punika, langkung lebet anggen kawula ngurmati dumatheng kabudayan jawi sumrambah keagunganipun, ananging bab prekawis punika boten ndadosaken kawula saged nampi punapa ingkang kawucalaken wonten ing kabudayan Jawi sacara wetah. Wonten ing pasinaonip…

BUDAYA DEMONSTRASI

“Indonesia lagi demam demo”, itu yang saya rasakan. Ada masalah atau keluhan sedikit maunya demo aja. Saya kadang-kadang bingung harus memahami maksud dari kata “demokrasi” dan “demonstrasi” bagi orang Indonesia. Apa mungkin lebih tepat kalau saya boleh mengasumsikan kata “demo-Crazy” sebagai demo yang gila dan “demons-trasi” sebagai setan yang bau (demons = setan, trasi / belacan = bumbu masak yang baunya audibilleh).
Demonstrasi sendiri, bagi saya bukanlah sesuatu yang menakutkan karena pada dasarnya tiap orang memiliki kebebasan untuk berbicara dan mengungkapkan pendapatnya. Tapi yang paling menyedihkan bagi saya saat ini adalah tindakan demonstrasi yang mulai anarkis dengan mengatasnamakan demokrasi padahal tidak selamanya demikian. Memprihatinkan memang melihat di televisi para korban berjatuhan serta bangunan publik diluluhlantakkan karena aksi demokrasi yang berubah menjadi kekerasan. Tapi sepertinya itu yang menyenangkan orang-orang Indonesia.
Kalau kita menilik dengan jujur bud…

MATI LAMPU

Tadi malam listrik di rumah saya mati, bukan karena saya telat bayar tagihan listrik atau karena tegangan listrik di rumah saya kurang, tapi hal ini dikarenakan PLN mematikan semua aliran listrik yang ada di lingkungan tempat tinggal saya. Gangguan trafo listrik katanya.
Sama seperti orang yang lainnya, yang mengalami gangguan listrik, saya pun tergopoh-gopoh dengan panik mencari sumber cahaya. Entah itu senter atau lilin. Tapi entah mengapa malam itu saya kesulitan menemukan tempatnya, padahal saya biasanya menyimpan salah satu dari barang itu. Di saat saya panik, tiba-tiba dari arah depan saya terpercik api yang perlahan membesar di sebatang lilin yang dipegang oleh ibu saya (ibu saya memang selalu tahu tempat dimana setiap barang yang ada di dalam rumah). Dan tidak lama kemudian, ruangan yang semula gelap gulita, yang bahkan tangan saya pun tidak terlihat oleh mata saya, perlahan menjadi kian terlihat karena nyala lilin yang dipegang oleh ibu saya.
Tiba-tiba di kepala saya terlintas …

KEKERINGAN YANG MELANDA

Meskipun musim kemarau sudah hampir berakhir dan disambut dengan datangnya musim penghujan, tapi sepertinya sisa-sisa keperkasaan dari musim kemarau masih meninggalkan banyak kedukaan bagi banyak rakyat Indonesia. Baru-baru ini salah satu dari media cetak nasional mendaftarkan beberapa bencana yang diakibatkan dari musim kemarau yang berkepanjangan ini. Ada kekeringan, kekurangan air, gagal panen, dan yang terakhir adalah kebakaran hutan – tidak hanya di sumatra, kalimantan dan sulawesi, bahkan gunung Merbabu di Jawa Tengah pun ikut-ikutan kebakaran.
Kadangkala saya merasa geli dengan respon orang-orang Indonesia yang sering mengeluhkan cuaca yang kadang tidak bisa ditebak. Terlalu lama kemarau terjadi kekeringan mereka mengeluhkan kekurangan air, terlalu sering hujan terjadi banjir, mereka mengeluhkan banyak ekses yang mengikuti. Dan karenanya banyak orang yang komplain kepada Tuhan dengan penuh ketidakpuasan.
Berbicara masalah kekeringan yang memunculkan banyak akibat seperti misalnya…

INDONESIA : NEGARA PENUH BENCANA

Kalau kita memperhatikan apa yang diinformasikan oleh banyak media massa di Indonesia selama beberapa tahun ini, kita disadarkan akan betapa banyak dan seringnya Indonesia dilanda bencana alam. Mulai dari tsunami di Aceh dan Nias, gempa di Yogya, lumpur panas di Sidoarjo, kebakaran hutan di Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi, tanah longsor di Banjarnegara, banjir bandang di Jakarta, serta kekeringan di berbagai tempat. Indonesia seakan-akan sering di buat menangis sedih karena datangnya bencana yang bertubi-tubi ini.
Ada apa sebenarnya ? Apakah murka Allah belum berakhir, meskipun telah datang banyak bencana di Indonesia ini ?
Eits, ati-ati kalau bicara masalah murka Allah. Jangan sembarangan mengatakan bahwa Allah sedang murka pada negara Indonesia. Nanti kalau sampai Allah benar-benar murka, tahu sendiri akibatnya. Pernahkah kita berpikir bahwa mungkin saja saat ini, Tuhan sedang meratapi bangsa kita, sama seperti ketika Allah menangisi Israel ketika bangsa itu berzinah di hadapan Alla…

LUMPUR KEMATIAN

Tidak terasa lebih dari empat bulan, letupan lumpur panas dari bekas pengeboran minyak PT Lapindo Brantas, terus menjadi berita yang sangat hangat … bahkan panas. Sampai pemerintah menyatakannya sebagai bencana nasional.
Ribuan korban masih terus menunggu uluran tangan dari para dermawan untuk membantu mereka lepas dari permasalahan itu baik berupa bantuan fisik maupun pemikiran bagaimana menghentikan bencana ini. Sementara itu lumpur panas tersebut seolah semakin deras, meluas dan enggan menghentikan muntahannya. Jika pertama kali meluap diperkirakan muntahannya hanya sekitar 5000 m3 per hari, maka sekarang luapannya mencapai angka lebih dari 100.000 m3 per hari. Luar biasa !
Kejadian ini membuat saya semakin sadar betapa merusaknya tabiat dosa dalam diri manusia. Lho apa hubungannya ? Sama seperti lumpur panas yang meluap di Porong, Sidoarjo, demikianlah dosa di dalam diri manusia meluap dan merusak manusia tersebut. Pilihan Adam dan Hawa untuk berbuat dosa di taman Eden membuat manus…

ORANG KRISTEN ATAU ORANG PERCAYA ?

Beberapa hari ini saya mulai memikirkan istilah yang digunakan dalam menyebut orang yang mengaku percaya kepada Kristus. Banyak orang lebih suka menyebut diri mereka sebagai orang KRISTEN, tapi juga tidak sedikit orang yang lebih suka menyebut diri mereka sebagai orang PERCAYA.
Sebagai orang awam, saya pun kadangkala mengalami kesulitan untuk mengidentifikasikan diri saya, maksud saya, lebih enak mana sih menjadi orang KRISTEN atau menjadi orang PERCAYA ?
Pernahkah kita memperhatikan dalam sejarah tercatat, bahwa kata KRISTEN adalah sebuah kata ejekan yang diberikan oleh masyarakat kepada orang-orang yang mengikuti pengajaran dari KRISTUS, ejekan yang muncul karena anggapan masyarakat bahwa orang-orang ini telah dibodohi oleh pengajaran tersebut. Sama seperti istilah NASRANI yang digunakan untuk mempermalukan orang-orang yang mengikuti Yesus orang NASARET.
Dalam perkembangan sejarah gereja mula-mula, sepertinya Paulus kurang begitu cocok dengan sebutan KRISTEN yang digunakan untuk membed…

MEMBANGUN KOMUNIKASI YANG BAIK

A. Pengantar

Di sebuah pasar yang sangat ramai, duduk seorang pedagang yang sedang menawarkan barang dagangannya yang berupa kain. Pedagang yang bila diperhatikan dengan seksama ternyata memiliki perawakan tubuh yang tinggi besar dan berdarah Arab ini dengan penuh semangat menawarkan kain yang dijualnya. Melihat sang pedagang, seorang pembeli kain datang mendekatinya, dan melihat-lihat kain yang ditawarkan oleh pedagang Arab tersebut. Setiap kali ia melihat kepada kain yang dijajakan tersebut ia melihat sebuah kalimat yang dicetak di atas plastik pembungkus kain, yang bertuliskan “Ditanggung tidak luntur”. Dengan penuh antusias dia bertanya kepada si pedagang kain, “benarkah kata-kata yang ditulis di atas plastik ini ?”. dengan tegas si pedagang Arab itu menganggukkan kepalanya. Maka tanpa pikir panjang lagi, si pembeli membeli kain-kain tersebut.
Beberapa hari kemudian, si pembeli datang lagi dengan membawa kain yang dibelinya dari pedagang Arab tersebut dengan keadaan luntur. Den…

TELEVISI : MEDIA YANG MENGGEROGOTI MASA DEPAN MANUSIA

Di sebuah rumah sakit, tepatnya di ruang operasi seorang anak terbaring menunggu waktu untuk menjalani operasi karena kecelakaan yang baru saja di alaminya. Si anak yang ketakutan, terus menerus berteriak memanggil mamanya : “ Mama, tolong ... Mama, tolong saya ... “. Tapi karena berada di dalam ruang operasi, maka si ibu diminta untuk tidak berlama-lama menunggui si anak. Si anak yang ketakutan tersebut, tidak kehilangan akal, ketika tahu bahwa ibunya keluar meninggalkan dia kemudian dia berseru memanggil papanya : “ Papa, tolong ... Papa, tolong saya ...”. tapi nasib si ayah tidak jauh berbeda dari si ibu. Karena operasi akan segera dilaksanakan, kedua orang tua dari anak ini kemudian diminta untuk keluar dari situ. Tahukah Anda apa yang terjadi ?
Si anak yang sudah kehabisan akal karena seolah tidak mendapatkan perlindungan dari siapapun yang dikenalnya kemudian berteriak : “ Power Rangers ... tolong saya !” Alamak, apa yang bisa diperbuat sekelompok Power Rangers di ruang operasi ?

BECOMING A QUALIFIED PERSON

Foreword

Talking about topic “becoming a qualified person” seems hard to be discussed, especially in our age as college students. As college students we often choose to live easy going, rather than consider our future deeply and focusly. Well it is not wrong as long as we walk in a right path. Realize or not we confess that Quality becoming something that is searched by everyone, even we as college students also searching for it (or not...???). In this moment of life, it is difficult to find a good and qualified person, maybe we could count it only in one single hand. However, do you know that becoming a qualified person is our call as Christians...?
Let us see this following illustration : Reverend Simon, is a pastor who lived in Seattle for about Five years in order to finish his master degree. One day he has a plan to return to Indonesia. So he prepared all thing and ready to go to Indonesia, at that time he wore a casual clothe, since he did not want to be too formal. After a long t…

MENJADI PRIBADI YANG BERKUALITAS

Pengantar

Berdiskusi tentang topik “Bagaimana Menjadi Pribadi yang berkualitas” mungkin terasa cukup berat bagi kita, apalagi bagi kita yang masih berada pada usia belia. Apabila anda ditanya bagaimana pola hidup anda selama ini ? apa kira-kira yang akan menjadi jawaban anda ? bingung...!?!?!?. berarti anda tidak sendiri. Sebagai seorang mahasiswa kita sudah sama-sama tahu dan sudah tidak menjadi sebuah rahasia lagi kalau kita cenderung untuk memilih hidup santai, daripada hidup spanteng dengan memikirkan segala sesuatu yang berkenaan dengan masa depan kita secara serius dan fokus. Hal itu tidaklah sepenuhnya salah, selama kita masih tetap berjalan dalam jalur yang benar. Tapi masihkah kita berada dalam jalur yang benar ???.
Berbicara tentang kualitas, sadar atau tidak kita mengakui kalau hal itu telah menjadi sebuah kebutuhan dasar yang dicari oleh semua orang, bahkan kita belajar di bangku kuliah juga dalam rangka memperoleh kualitas itu (atau tidak...???). Pada masa sekarang ini, san…

OIKOUMENITAS PERSEKUTUAN

Apa arti dari persekutuan ?

Dalam kehidupan orang percaya, kata “persekutuan” adalah suatu hal yang tidak asing. Bahkan sebelum dunia mengenalnya dengan luas kata ini sudah terdengar dengungnya dalam kehidupan kaum kristiani. Tapi apa sebenarnya arti terdalam dari kata persekutuan ini ?

1. Dalam bahasa Indonesia Kata Persekutuan adalah bentukan dari kata sekutu yang mendapatkan imbuhan pe – an sehingga menyatakan keberadaannya sebagai kata benda yang abstrak. Kamus bahasa Indonesia mendefinisikan kata “persekutuan” sebagai : kumpulan dari beberapa unsur atau hal yang berbeda dikarenakan adanya kesamaan yang menyatukan keberbedaan tersebut.
2. Dalam Bahasa Inggris, kata yang digunakan untuk menyatakan persekutuan adalah Fellowship. Kata fellowship sebenarnya adalah frasa yang terbentuk dari dua kata dasar Fellow yang berarti teman dan kata Ship yang berarti Kapal atau wadah. Perpaduan dari dua kata dasar inilah yang membentuk kata Fellowship mempunyai makna : wadah dari orang-…